Blog

  • Home
  • Mahasiswa IT Telkom Purwokerto Raih Pendanaan Project 140 juta Pada Program MBKM

Mahasiswa IT Telkom Purwokerto Raih Pendanaan Project 140 juta Pada Program MBKM

Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) kembali mengukir prestasi. Kali ini datang dari Heri Irianto. Ia dan timnya berhasil mendapatkan pendanaan sebesar 140 juta untuk pengembangan aplikasi. 

Pada kesempatan wawancara yang dilakukan oleh tim student staff kak heri menjelaskan bahwa Kegiatan MBKM yang ia ikuti yaitu program Bangkit Academy 2022 yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek bekerjasama dengan Google, GoTo, dan Traveloka. 

Program nya sendiri terdiri dari 3 learning path yaitu Machine Learning, Cloud Computing, dan Android Developer. 

Selain itu mahasiswa angkatan 2018 ini juga menambahkan bahwa program tersebut berfokus dalam memberikan pembelajaran kepada para peserta terpilih sesuai kurikulum industri berstandar internasional sehingga para peserta setelah lulus nanti, sudah siap bekerja dengan bekal pengalaman dan juga pembelajaran yang sudah didapatkan pada program ini.

“Mekanisme programnya sendiri akan belajar dan dibimbing oleh mentor dan juga fasilitator yang ahli dan kompeten dibidangnya selama 6 bulan (1 semester) selain itu terdapat sharing session di setiap minggunya dari tiga company founder program ini yaitu Google, GoTo, dan Traveloka. Untuk prosesnya setiap pembelajaran maupun materi yang dikasih akan terdapat ujian di penghujung materi nya guna menilai pemahaman kita sebagai peserta, jika berhasil lulus maka akan mendapatkan sertifikat yang dapat dipakai sebagai dokumen pendukung pada CV. Dan diakhir program kita akan mengikuti program sertifikasi global dari learning path yang dipilih jika lulus maka akan mendapatkan sertifikat kelulusan” tuturnya lebih lanjut.

Environmental Conservation, Disaster Resilience, and Climate Change dipilih Heri dan team sebagai tema aplikasi mobile yang mereka buat. Lanjut Heri mengatakan output dari aplikasi yang dibuat yaitu berfokus membuat aplikasi yang mendukung misi kesehatan lingkungan dan membantu orang-orang untuk mengklasifikasikan sampah dan menjual barang-barang yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali alih-alih membuangnya ke tempat pembuangan sampah, secara efisien.

Di Akhir sesi wawancara, Ia berharap mahasiswa ITTP untuk memperbanyak relasi dan juga pengalaman sebelum lulus nanti. 

“Dunia kerja saat ini sangat kejam terlebih bagi mahasiswa yang pengalaman nya belum ada, kalian bakal kalah saing sama ribuan mahasiswa diluar sana yang pengalamannya lebih banyak dan matang daripada kalian” tutupnya.