• seminar nasional informatika

SEMNAS “Game Development and Build Game Start-Up” ST3 Telkom

panitia semnas ifST3 Tekom, S1 InformatikaDies Natalies dalam rangka memperingati hari jadi ST3 Telkom Purwokerto yang ke-3 dimana puncak dari serangkaian acara akan diselenggarakan pada tanggal 20 Desember 2015, mahasiswa S1 Informatika ST3 Telkom mengadakan Seminar Nasional “Games Development And Build Game Start-up” (12/12/2015) dengan mengusung tema “Berkarya di Dunia Game dan Start-up” yang dua pemateriannya sendiri diisi oleh Eko Nugroho seorang “CEO Kummara Creative Studio” sekaligus “Inisiator Indonesia Bermain” dan juga oleh Asadullohil Ghalib seorang CEO Solite Studio, dan pernah menjadi International Imagine Cup 2013 Russia 1st Runner Up.

Dalam sambutannya, Muhammad Alfiansyah sebagai ketua panitia seminar mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh peserta yang sudah datang dari beberapa pulau di Indonesia. Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dibuka oleh Wahyu Pamungkas T., S.T., M.T. sebagai wakil ketua bidang satu.

Tepuk tangan meriah oleh peserta saat Eko Nugroho mulai memasuki panggung dan menyampaikan beberapa materi untuk mengisi seminar, mulai dari perjalanan hidupnya saat masih menjadi seorang anak yang suka bermain game dan sampai saat ini akhirnya menjadi seorang yang mahir pada bidang gaming.

eka nugrohoGame adalah teman. Game adalah teman masa kecil kita. Game adalah teman masa kecil kita yang terlupakan,” ucap Eko Nugroho. Game merupakan suatu terobosan bagi orang untuk mengasah logika dan imajinasinya menjadi lebih tinggi, game bukanlah barang yang hanya dapat membuat orang menjadi malas belajar dan menjadi bodoh. Hal tersbut dibuktikan dalam perjalanan karirnya Eko Nugroho dalam dunia gaming. Memberikan inovasi dan motivasi, Eko Nugroho menyisipkan materi mengenai hal-hal apa saja yang dapat menjadi masalah unyuk menjadi seorang game developers dan bagaimana tips-tips jitu untuk menghadapinya. Termasuk mengajak kepada seluruh peserta untuk mulai mencoba untuk peduli kepada lingkungan sekitar sendiri dengan memikirkan membuat game sederhana yang mampu memberikan efek positif kepada pemain game-nya tentang apa yang ada di kota, ataupun lingkungan. Ajakan tersebut Eko Nugroho sampaikan karena sekarang ini banyak yang lalai, banyak yang tak peduli dengan Indonesia, dan banyak yang beranggapan bahwa Indonesia tidak mampu menarik perhatian seorang gamers sehingga tidak menarik untuk dijadikan tema dalam sebuah game.

Asadullohil Ghalib

Tak kalah menarik, Asadullohil Ghalib juga memberikan paparan mengenai misi-misi yang dilakukan oleh perintis game development dan build game start-up agar mampu menjadi yang professional, termasuk juga bagaimana membangun suatu organisasi yang dapat bekerjasama. “Cari teman yang berbeda skill namun memiliki visi yang sama,” terang Solite Studio. Dalam penuturannya, Asadullohil Ghalib berpesan untuk menjadi start-up yang baik maka carilah rekan kerja yang tidak memiliki skill yang sama tetapi memiliki visi misi dan tujuan yang sama. Seperti halnya sebuah game, seorang programmer game harus memiliki 3 rekan kerja yang mampu dalam menguasai desain, kecerdasan buatan dan produser.

pemenang game semnas ifAspirasi peserta terlihat jelas ketika memasuki sesi tanya jawab. Beberapa peserta terlihat serius menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot. Semangat dan meriahnya kesuksesan Seminar Nasional “Game Development and Build Game Start-Up” memuncak saat panitia memberikan sesi pemberian hadiah-hadiah yang didapat peserta melalui beberapa kategori, mulai dari hadiah bagi penanya materi, hadiah cuma-cuma, hadiah untuk peserta dari luar pulau jawa, serta yang paling menarik adalah game gombal-gombalan di Twitter yang pemenangnya sendiri didapatkan oleh Lusiana Haryanti (mendapatkan powerbank) dan Moehammad Irfan (mendapatkan mouse gaming).

.

(Rendy Andriyanto)

Share This Post

About Author: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *