BIN Berikan Kuliah Umum Pada Mahasiswa Baru IT Telkom Purwokerto

Senin (10/9), Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan kuliah umum untuk mahasiswa baru IT Telkom Purwokerto. Materi yang disampaikan oleh pihak BIN (Badan Intelijen Negara) yaitu mengenai penangkalan berita hoax, berita palsu (fake news), dan ujaran kebencian. Materi tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Komisaris Besar Polisi Dr. Barito Mulyo Rukmono.

Sebelum materi tersebut dipaparkan, ada sambutan langsung dari Dr. Ali Rokhman M.Si., selaku Rektor IT Telkom Purwokerto. Beliau menyampaikan bahwa generasi milenial sekarang ini, tingkat berpartisipasi dalam media sosial atau dunia virtual atau internet sangat tinggi sekali.

“Perlu adanya suatu peranan ekstra yang harus dilakukan oleh orang tua untuk terus memantau perkembangan anaknya. Banyak dari mereka yang dengan mudahnya terpengaruh oleh berita bohong (fake news) untuk melakukan tindakan yang negatif. Dengan kedatangan dari pihak BIN yang diwakili oleh Wakil Ketua STIN Bapak Kombespol Barito, kami sangat senang sekali dan pastinya sangat menyambut sekali untuk membangun serta mempererat tali silaturahmi dengan institusi kami,” katanya.

Beliau juga berpesan kepada seluruh mahasiswa baru IT Telkom Purwokerto bahwasanya mahasiswa merupakan generasi muda yang banyak berperan terciptanya iklim digitalisasi virtual dalam dunia internet melalui penggunaan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan masih banyak lagi.

Materi kuliah umum dengan mengambil tema “Hoaxes, Fake News, dan Hate Speech: Potensi Disintegrasi Bangsa dan Proteksi Negara di Ruang Siber” yang disampaikan oleh Komisaris Besar Polisi Dr. Barito Mulyo Rukmono memang berfokus pada pemberian literasi bagaimana mereka sebagai generasi milenial yaitu para mahasiswa IT Telkom Purwokerto harus bisa dan pintar untuk memposisikan diri ketika mereka ada dalam dunia virtual atau bermedia sosial.

“Harus paham mana yang hoax, fake news, dan hate speech. Karena, apabila kita cermat dalam menyaring berita yang bertebaran di dunia maya, maka kita akan terhindar dari proses kekacauan dan saling membenci dengan sesama manusia atau yang biasa disebut dengan tindakan ujaran kebencian. Karena, sejatinya kita adalah makhluk sosial,” jelasnya.

Share This Post

About Author: informatika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *